Contoh Resensi Buku Teknologi Informasi dan Komputer

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat. (id.wikipedia.org)

Berikut ini adalah resensi buku mengenai teknologi informasi dan komputer:

resensibukuti

Judul Buku : Aplikasi Berbasis Web dengan PHP & MySQL

ISBN : 9786020000664

Penulis : Faisal, S.Si

Penerbit : Ram Media

Halaman : 256

Harga : Rp 40.000

PHP dan MySQL merupakan komponen pembuatan aplikasi web yang mumpuni dan merupakan tools yang favorit yang dipakai oleh para programmer web selama bertahun tahun. PHP dan MySQL merupaka software open source yang paling sukses dan paling banyak digunakan di internet serta telah memberikan kontribusi terhadap revolusi teknologi internet dunia.

Beberapa aplikasi open source worldclass buah dari kolaborasi apik pemrograman PHP dan MySQL antara lain aplikasi blog wordpress, aplikasi CMS seperti drupal, joomla, maupun Mambo, aplikasi shopping chart seperti Zendcart dan masih banyak lagi.

Buku ini ditulis secara sistematis dan step by step sehingga mudah dipahami oleh para pemula baik para pelajar, mahasiswa, para profesional maupun penggemar IT yang ingin mendalami dunia pemrograman web. Setiap bab umumnya akan disertai dengan studi kasus yang simple namun berbobot. Ada baiknya pembaca bisa melakukan latihan secara learning by doing sehingga bisa langsung terbiasa dengan skrip yang dipaparkan.

 

Itu saja sekilas mengenai buku teknologi informasi dan komputer, semoga dapat membantu.

Download Aplikasi Al quran dan Terjemahannya Untuk HP

Aplikasi Al Quran digital versi java ini merupakan aplikasi Al Quran yang memberikan fitur layaknya Al Quran aslinya. Lengkap dengan 114 surat dari Al-Fatiha hingga An-Nas beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Memudahkan pengguna untuk membaca surat surat Al Quran dimana saja dan kapan saja menggunakan Handphone anda.
Cara menjalankannya cukup mudah. Tinggal install Aplikasi ini ke dalam Hp yang mempunya fitur JAVA (Nokia, SE, LG, Hp china yang mempunyai fitur java, dan sebagainya).
Langsung saja di download.
Download Aplikasi Surat Surat Al Quran Beserta Terjemahannya Untuk HP Java:
Via Mediafire  |
DOWNLOAD
Via 4shared    |
DOWNLOAD
Semoga bermanfaat!
 

Cisaar, Gununglarang

CISAAR KAMPUNGKU TERCINTA

cisaarbtr
Kampung Cisaar merupakan tempat aku dilahirkan hingga tumbuh dengan sempurna sampai saat ini, Kampung Cisaar juga tempat tinggalku dan keluargaku, Kampung Cisaar adalah kampung halamanku.
Aku tinggal di Cisaar no. 41 RT/RW 01/03 Dsa. Gununglarang Kec. Bantarujeg Kab. Majalengka 
Ya, itulah CISAAR, walaupun kampung tapi banyak kenanganku disana yang tak pernah akan ku lupakan walaupun aku pergi merantau kemanapun.
Pokoknya “I LOVE CISAAR”
Berikut ini adalah deskripsi atau profile Kampung Cisaar:
Letak geografis kampung Cisaar :
Sebelah Utara : Gununglarang lama
Sebelah Barat :
Cipicung,
Kubang Hilir Sebelah Selatan : Desa Babakansari, Cipondoh, Sungai Cilutung
Sebelah Timur : Gununglarang, Desa Cikidang
Alamat perkampungan Cisaar : Kampung Cisaar, Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Nah, di bawah ini adalah gambar secara lengkap mengenai kampung cisaar yang langsung diambil dari satelit dengan jarak 100 meter diatas  kampung Cisaar.
 
 




Sejarah dan Letak Geografis Desa Gununglarang, Bantarujeg

 

gununglarang

Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarujeg,  Kabupaten Majalengka

A. Sejarah Desa Gununglarang
1. Larangan yang harus ditaati :
a). Larangan menyebut kata “munding” (untuk binatang kerbau).    Seharusnya menyebut kebo, dan kalau seseorang menyebut kata munding di daerah tersebut, maka akan terjadi malapetaka yang menimpanya.
b). Larangan menebut kata “bala” (sebutan untuk hutang yang banyak jenis tanamannya), seharusnya menyebut “rembet” (istilah setempat). Seandainya ada orang yang mencoba melakukan atau karena lupa, maka Si Pelaku akan menerima akibatnya yaitu kesasar dalam perjalanan atau tidak segera sampai ke tempat tujuan.
c). Larangan membuat rumah dengan menggunakan “reng” (penyangga genting) dan “genting”. Jika melanggar ketentuan tersebut, maka akan terjadi malapetaka bagi Si Pelakunya.
d). Larangan menggarap lokasi tanah untuk ditanam padi sawah dengan cara “tandur” (menanam dengan cara mundur dan menyebarkan dari persemaian), seharusnya di olah kering dan ditanami huma/menanam dengan tunggal. Andaikata ada yang melakukannya, maka kehidupannya tidak akan pernah bercukupan.
2.   Latar Belakang Socius Cultural
Konon, sekitar abad ke XVIII Masehi, terjadi penyerangan yang dilakukan Kerajaan Sumedang terhadap Kerajaan Cirebon. Saat itu daerah Gununglarang menjadi tempat pesinggah bagi tentara Sumedang, sehingga pada masa tersebut merupakan titik tolak adanya kehidupan bermasyarakat di daerah Gununglarang.
Gununglarang memiliki kaitan yang erat dengan kerajaan Sumedang. Hal ini dapat di lihat dari nama-nama tempat Kerajaan Sumedang, seperti Sumedang Larang (Darmaraja), Darmalarang, dan Lebaklarang yang merupakan pusat-pusat kekuatan kerajaan Sumedang. Selain dari nama tempat, bukit kuat yang menunjukan asal mula masyarakat Gununglarang dari Wilayah Sumedang, adalah dengan adanya kesamaan nama  Eangnya. Konon, Sumedang dipinpin oleh Sultan Sumedang yang bernama Eyang Santri (pangeran Santri) yaitu sekitar tahun 1613. sementara masyarakat Gununglarang mengkalim dirinya sebagai keturunan dari Buyut Gununglarang yang juga bernama Eyang Santri.
Selain adanya keterkaitan nama tempat dan nama Eyang (pembawa keturunan), bukit lain yang tak kalah kuatnya adalah dengan adanya kesamaan budaya dengan wilayah Sumedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan  bahwa masyarakat Gununglarang merupakan keturunan dari Kerajaan Sumedang.
Selain Kerajaan Sumedang, pada awal abad ke XVIII Masehi, tentara-tentara dari Kerajaan Mataram telah singgah di daerah Gununglarangdalam upaya pemyerangan terhadap Kerajaan Talaga Manggung. Mereka singgah bersembunyi di daerah Gununglarang. Hal ini terbukti dengan adanya makam-makam Prajurit Mataram seperti Eyang Bagogog dan Eyang Panulisan.
3.  Terbentuknya Pemerintahan Desa
Pada awal terbentuknya, Gununglarang merupakan wilayah desa Haurgelis. Gunuglarang merupakan daerah kedusunan dengan pusat pemerintahan desanya di Haurgelis. Kemudian pada tahun 1864, Gununglarang memekarkan diri menjadi sebuah desa hingga saat ini. Alasan pemekaran tersebut, karena letak Dusun Gununglarang terlalu jauh dari pusat Desa Haurgelis. Pada awal berdiri, Desa Gununglarang dipinpin oleh Kuwu Purwalaksana (1864-1893).
Berikut daftar Kuwu-kuwu yang telah memerintah Desa Gununglarang:
1). PURWALAKSANA                      1864-1893
2). GUNALAKSANA                         1893-1919
3). H. APANDI                                 1919-1943
4). H. MAKBUL                                1943-1950
5). REBON (Pejabat Pengganti)      1950-1952
6). MOCH. EDJI                               1952-1979
7). JAMHARI                                    1979-1984
8). AHYADI (Pejabat Pengganti)     1984-1987
9). E. SUNARTA                              1988-1998
10). M KOKO RUDIANTO               1998-2009
11). SALPUDIN                                2009-Sekarang
Dalam memudahkan system Pemerintahannya, desa Gununglarang dibagi ke dalam enam kedusunan, yaitu Dusun Gununglarang, Dusun Cisaar, Dusun Cipicung, Dusun Kubangsari, Dusun Madalaksana (Gununglarang lama), dan Dusun Jagahayu. Tiap dusun dikepalai oleh seorang Rurah yang bertanggung jawab terhadap Kepala Desa (Kuwu).
B. Letak Geografis
Desa Gununglarang menempati wilayah dengan permukaan tanah yang bergunung-gunung, dengan luas wilayah 1.000 Ha. Yang terdiri dari 400 Ha tanah milik masyarakat dan 600 Ha milik PT. Perhitani Persero (tanah kehutanan). Sekitar 175 Ha tanah milik masyarakat berupa areal persawahan.
Desa Gununglarang termasuk dalam wilayah kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Pusat Pemerintahan desa bertempat di Blok Desa Gununglarang. Adapun batas-batas letak Geografis Desa Gununglarang sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cengel Kecamatan Maja
Sebalah Timur berbatasan dengan Desa Cikidang Kecamatan Bantarujeg
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Babakansari Kecamatan Bantarujeg
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cimaningtim Kecamatan Cadasngampar (Kabupaten Sumedang).

Bahaya Radiasi Ponsel Dan Cara Mengatasinya

brain-and-hp
Hasil penelitian terbaru mengungkapkan radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform.
Hal tersebut diumumkan oleh organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), seperti dikutip dari CNN, Rabu (1/6/2011).
Penelitian dilakukan oleh tim yang terdiri dari 31 ilmuwan dari 14 negara, termasuk Amerika Serikat. Keputusan dibuat setelah dilakukan peninjauan lebih mendalam tentang keamanan menggunakan ponsel. Tim menemukan cukup bukti untuk mengkategorikan radiasi ponsel sebagai sejenis zat berbahaya bagi manusia.
Tim menemukan bukti peningkatan glioma dan peningkatan resiko kanker otak akustik neuroma bagi pengguna ponsel. Namun belum dapat menarik kesimpulan untuk jenis kanker lainnya.
Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk studi lebih lanjut. Badan independen ini mengungkap ponsel bisa menimbulkan resiko yang sama besarnya dengan merokok, asbes dan bensin bertimbal.
Kepala sebuah lembaga penelitian kanker terkemuka di University of Pittsburgh mengirim memo kepada seluruh karyawan mendesak mereka untuk membatasi penggunaan telepon seluler karena kemungkinan resiko kanker
Simak 8 tips mengurangi radiasi ponsel tersebut yang dikutip dari eHow:
  1. Gunakanlah Headset
    Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.
  2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
    Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.
  3. Speakerphone
    Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.
  4. Casing Penahan Radiasi
    Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.
  5. Sudut Ruangan
    Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.
  6. Jangan Selalu Menempel
    Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.
  7. Diam Kala Menelpon
    Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.
  8. Gunakan Dua Telinga
    Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.
Saat ini Badan Lingkungan Eropa telah mendorong untuk melakukan studi lebih lanjut. Namun tidak salahnya juga kan kita melakukan suatu langkah antisipasi ketimbang mengambil risiko di masa depan.
Semoga artikel Bahaya Radiasi Ponsel Dan Cara Mengatasinya ini bisa membangkitkan kewaspadaan kita untuk selalu menjaga dan memelihara kesehatan.
Semoga bermanfaat.