Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Makalah Level Organisasi dan Aktivitas Manajemen


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Oleh karena pada setiap level dalam organisasi melakukan kegiatan yang berbeda maka diperlukannya suatu informasi yang berbeda pula. Untuk sistem informasi dilevel atas umumnya digunakan dalam perancanan strategik dan membuat alternatif pemecahan masalah untuk level menengah berfungsi sebagai pengendalian yang sifatnya setengah terstruktur dan untuk level bawah digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin guna keperluan mengawasi seluruh arus dari transaksi yang terjadi diorganisasi.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa saja sistem informasi berdasarkan level organisasi ?
2. Apa saja sistem informasi berdasarkan aktivitas yang didukungnya pada level manajemen ?
1.3. Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui sistem informasi berdasarkan level organisasi.
2. Untuk mengetahui sistem informasi berdasarkan aktivitas yang didukungnya pada level manajemen.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Level Organisasi
2.1.1 Sistem Informasi Departement
Sistem informasi departemen merupakan sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen Sebagai contoh, departemen pendayagunaan SDM yang memiliki beberapa program/aplikasi yang membentuk pembagian tugas dari setiap program/aplikasi tersebut.
Dengan demikian, keberhasilan sistem informasi departemen tergantung pada bagaimana sistem informasi departemen dapat memuaskan pengguna dan mengikuti target yang telah ditetapkan. Karakteristik yang harus dipertimbangkan dalam penyampaian layanan ini meliputi akurasi, kelengkapan, ketepatan waktu dan distribusi yang tepat terhadap output yang terkait dengan pemrosesan aplikasi. Banyak alat yang tersedia untuk memantau efisiensi dan efektivitas layanan yang disediakan oleh personel sistem informasi. Tentu hal ini menjadi rumit.
2.1.2 Sistem informasi Perusahaan
Sistem informasi perusahaan (enterprise information system/ EntIS ) merupakan suatu sistem komputer yang dapat melakukan tugasnya bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinir. Sistem ini merupakan penggembangan lebih lanjut dari sistem informasi departemen dan sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama-sama.
Alasan penggunaan Enterprise karena sistem ini mencangkup seluruh set proses yang digunakan oleh organisasi,
· Manufaktur
· Penjualan
· Pembeliaan
· Fungsi bisnis lainnya.
Tujuan EntIS :
a. Mengumpulkan dan menyebarkan data ke seluruh proses yang terdapat di sebuah organisasi
b. EntIS menyediakan data yang digunakan manajer untuk membuat sebuah keputusan dalam merencanakan dan mengendalikan proses bisnis.
Evolusi sistem informasi perusahaan dimulai dengan ide untuk membuat suatu tempat penyimpanan yang dapat diakses oleh seluruh resource yang ada di dalam perusahaan.
a. Tahun 1960, Sistem Pengolahan Transaksi
· Berevolusi menjadi SIM ,hal tersebut dikarenakan para manajer tidak puas hanya menghitung apa yang telah terjadi di dalam bisnis, mereka ingin mengendalikan bisnis di masa depan.
· Berevolusi menjadi Sistem Pencatatan Kebutuhan Material (MRP), MRP pertama kali dikembangkan di area manufaktur untuk mengawasi permasalahan pengendalian persediaan yang rumit.
b. MRP II
· Menyatukan proses bisnis yang sebelumnya dipandang sebagai proses-prose yang terpisah. Menyatukan berbagai proses berarti mengintegrasikan berbagai sistem Informasi terpisah untuk proses tersebut.
· Menggambarkan perubahan pola pikir manajemen untuk memperlakukan berbagai prose yang terpisah tetapi berkaitan erat sebagai satu kesatuan. Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem informasi mengenai berbagai proses di dalam batas perusahaan dikonsolidasi.
Kegagalan Sistem Informasi Perusahaan
a. Kegagalan sistem informasi perusahaan mencakup proyek yang ditinggalkan sebelum penerapannya, sehingga organisasi kembali menggunakan sistem informasi perusahaan terdahulu.
b. Langkah-langkah yang dapat diambil organisasi untuk meminimalkan kemungkinan kegagalan sistem informasi perusahaan :
· Mengerti kerumitan organisasi.
· Mengenali proses yang dapat menurun nilainya bila standarisasi dipaksakan.
· Mencapai konsensus dalam organisasi sebelum memutuskan untuk menerapkan sistem informasi perusahaan.
Masa Depan Sistem Informasi Perusahaan
a. Pertumbuhan industri ERP lebih dari 30 persen per tahun, sehingga sulit untuk membuat prediksi ke masa depan.
b. Ada dua arah yang sedang ditempuh industri tersebut untuk membuat prediksi ke masa depan, yaitu :
· Pengembangan sistem informasi perusahaan yang lebih cepat.
· Perubahan yang lebih luas dari perencanaan sumber daya perusahaan menjadi manajemen SD perusahaan (gerakan untuk merencanakan dan mengendalikan berbagai proses bisnis dengan mengendalikan deskripsi proses dan data).
2.1.3 Sistem Informasi Antarorganisasi
Sistem informasi antar organisasi (interorgani-zational information system IOS/interorganization system) merupakan jenis sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi/lebih bekerja sama dalam pemakaian teknologi komputer dan telekomunikasi (teknologi informasi). Model sistem informasi ini banyak diimplementasikan pada perdagangan elektronis (e-Commerce) yang menghubungkan pemasok dan penjual, atau yang lebih dikenal dengan sebutan B2B atau Business to Business.
Secara garis besar,tiga jenis sistem(berdasarkan topologi infrastruktur) yang ditawarkan bagi perusahaan-perusahaan yang berniat mengimplementasikan IOS:
a. Intranet, jaringan internal perusahaan yang menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor-kantor cabang yang terpisah secara geografis (lokal maupun internasional);
b. Internet, jaringan komputer publik yang berpotensi sebagai penghubung perusahaan dengan pelanggan (atau calon pelanggan) atau market;
c. Ekstranet, jaringan yang dibangun sebagai alat komunikasi antar perusahaan dengan rekanan bisnisnya, seperti supplier, distributor, dan lain sebagainya.
Manfaat IOS
a. Efisiensi Komparatif : dengan bergabung Dalam IOS, para mitra dagang dapat menyediakan barang dan jasa mereka dengan biaya yang lebih murah daripada pesaing mereka
· Efisiensi internal; perbaikan-perbaikan dalam operasi perusahaan tersebut sehingga dapat mengumpulkan data dan menganalisisnya lebih cepat serta membuat keuputusan lebih tepat dan cepat.
· Efisiensi Internal : perbaikan-perbaikan dalam operasi perusahaan tersebut sehingga dapat mengumpulkan data menganilisi nya lebih cepat serta membuat keputusan lebih tepat dan cepat.
· Efisiensi antar-organisasi : perbaikan-perbaikan diperoleh melalui kerjasama dengan perusahaan lain.
b. Kekuatan Tawar-menawar: Kemampuan suatu perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan pemasok dan pelanggannya yang menguntungkan dirinya disebut kekuatan tawar menawar (bargaining power). Kekuatan itu berasal dari tiga metode dasar
· Menawarkan keistimewaan produk yang unik
· Mengurangi biaya yang berhubungan dengan pencarian
· Meningkatkan biaya peralihan .
Yang melatar belakang perusahaan untuk melakukan IOS, antara lain:
a. New Products.
b. New Services
c. Eficiency
d. Joint Operation
e. Strategic Alliances
f. Customer Supplier Relationship
g. Outsourcing
h. Image Building
Pada intinya, IOS mudah sekali diimplementasikan saat ini karena adanya peranan teknologi informasi yang telah “meniadakan” batas-batas antar waktu dan ruang (time and space). Demikian pula dengan alam kompetisi yang menuntut perusahaan untuk semakin memfokuskan diri pada kompetensinya (real core business) dan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk membantu proses penciptaan produk atau jasa tersebut, sehingga kualitas produk atau jasa dapat ditingkatkan, sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan (efisiensi, efektivitas, dan kontrol internal).
2.2 Aktivitas Manajemen
Sistem informasi dapat diklasifikasikan berdasarkan aktivitas yang didukungnya pada level manajemen (Ebert dan Griffin, 2003), pembagiannya yaitu sebagai berikut:
2.2.1 Sistem Informasi Pengetahuan
Sistem Informasi Pengetahuan ( Knowledge Information System) merupakan sistem informasi yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Sistem seperti ES (sistem kepakaran ) dan OAS termasuk dalam kategori ini.
2.2.2 Ssistem Informasi Operasional
Merupakan Sistem yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasi organisasi sehari-hari, seperti penempatan pesanan, pembelian, dan pencatatan jumlah jam kerja pegawai, TPS, SIM, dan DSS sederhana termasuk dalam jenis sistem informasi ini.
2.2.3 Sistem Informasi Manajerial
Sesuai dengan namanya, sistem informasi manajerial adalah sistem informasi yang menunjang kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial. Sistem ini menyediakan hal-hal berikut:
a. Ringkasan statistik.
b. Laporan perkecualian.
c. Laporan periodis dan laporan yang dibutuhkan sewaktu-waktu (ad hoc report).
d. Analisis perbandingan, misalnya perbandingan terhadap kompetitor, kinerja masa lalu, atau dengan standar industri.
e. Proyeksi, misalnya proyeksi arus kas, pangsa pasar,dan penjualan di masa mendatang.
f. Pendeteksian masalah secara dini.
g. Keputusan-keputusan rutin.
h. Hubungan antar manajer, yang memungkinkan para manajer dapat berkomunikasi secara elektronis,
2.2.4 Sistem Informasi Strategis
Sistem informasi strategis (Strategic Information System) adalah sistem yang membantu perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif melalui kontribusinya pada tujuan strategis perusahaan atau kemampuan untuk secara signifikan meningkatkan kinerja dan produktivitas sehingga mampu mengurangi kelemahan bersaing. Sistem tersebut digunakan untuk menangani masalah-masalah strategis dalam organisasi dan sangat bermanfaat untuk mendukung operasi dan proses-proses manajemen yang menyediakan jasa dan produk strategis untuk menuju keunggulan yang kompetitif
Ada dua pengaruh penerapan Sistem Informasi Strategis yaitu:
Pengaruh Bersaing
a. Kelompok SIS ini mampu menciptakan aliansi dengan pelanggan, yang dapat menimbulkan biaya bagi pelanggan untuk berpaling ke pesaing atau menimbulkan biaya bagi pesaing baru untuk masuk pasar. Berikut beberapa pengaruh Bersaing SIS:
· Siklus perkembangan produk
· Memperkuat kualitas produk
· Kelompok penjualan dan dukungan penjualan
· Otomatisasi siklus pesanan
· Pengurangan biaya kantor
· Manajemen saluran produk dan persediaan
· Pengurangan level management
· Penguatan tampilan produk dna ancaman terhadap produk pengganti
b. Pengaruh Industri.
Pengaruh-pengaruh ini meliputi seluruh industri pemasok dan beberapa pelanggan. Berikut Pengaruh Industri SIS:
· Sistem produk dan jasa
· Siklus hidup produk
· Skop geografis
· Skala ekonomis pada produksi
· Perpindahan dalam tempat nilai tambah
· Kekuatan menawar dari pemasok
· Penciptaan berbisnis baru
Manfaat SIS Penggunaan TI
a. Meningkatkan Operasi Bisnis,
b. Mempromosikan inovasi bisnis,
c. Mempertahankan pelanggan dan pemasok.
d. Membentuk biaya pengganti (switching cost)
e. Membentuk tembok pengahalang bagi pendatang baru
f. Membangun suatu „Platform‟ TI strategis
g. Mengembangan sistem Informasi Strategis
Peranan Sistem Informasi Strategis
a. Penggunaan teknologi informasi untuk menghasilkan produk layanan
b. Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitifnya
c. Membantu perusahaan dalam menghadapi pasar global .
Penerapan Sistem Informasi dapat dikatakan strategis jika tujuannya memenuhi kriteria:
a. Mencapai posisi kepemimpinan biaya yang rendah
b. Menyediakan diferensiasi produk / jasa dan nilai bagi konsumen yang lebih besar
c. Menciptakan aliansi antar perusahaan dan pemasok serta pelanggannya, sehingga mengurangi biaya untuk pemasok dan menyediakan dukungan khusus bagi pelanggannya
d. Meningkatkan nilai suatu produk / jasa dengan menyediakan tampilan atau dukungan yang inovatif
e. Memungkinkan pertumbuhan pada pasar yang ada secara geografis atau ekspansi volume.
f. Membantu mengenalkan suatu produk ke pasar

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Perkembangan sistem informasi merupakan salah satu tolak ukur kemampuan adaptasi suatu perusahaan terhadap perkembangan zaman. Pada era persaingan global dan kompetisi yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu melakukan inovasi dalam perkembangan sistem informasi agar efektifitas dan tujuan perusahaan serta daya saing perusahaan dapat terbangun dengan baik.
Dalam membangun teknologi dan sistem informasi, perusahaan memerlukan perubahan yang terus menerus dan berkelanjutan. Teknologi dan sistem informasi yang merupakan kolaborasi antara teknologi informasi dan komunikasi yang memainkan peran utama pengembangan sistem informasi merupakan sebuah alat utama yang digunakan sebagai penentu daya saing suatu perusahaan.
3.2. Saran
Sistem Informasi perlu diterapkan dalam seluruh perusahaan, agar meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan adanya Sistem Informasi Manajemen sebuah perusahaan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dengan pengambilan keputusan yang tepat oleh manajemen.

Terimakasih sudah membaca artikel makalah level organisasi dan aktivitas manajemen, mohon maaf jika paragrafnya berantakan, agar lebih rapi silahkan download makalah level organisasi dan aktivitas manajemen.

Karakter Wirausaha

 

Selama 25 tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa para wirausahawan selalu dicirikan oleh kebutuhan prestasi. Mereka cenderung menjadi pemikir jangka panjang dan memfokuskan pada pandangan jangka panjang bisnis mereka bukan pada masalah-masalah sementara.

PENGAMBIL RISIKO
Wirausahawan tidak takut memikul tugas yang disertai oleh sesuatu resiko. Namun demikian mereka bukan pengambil resiko rendah maupun tinggi. Mereka lebih menyukai memikul resiko menengah dan akan menghindari resiko tinggi bila dimungkinkan. Para wirausahawan menyadari bahwa profitabilitas yang tinggi hanya dimungkinkan jika meraka bersedia menerima resiko untuk mencapai tujuan tujuan mereka.

PEMECAH MASALAH
Wirausahawan adalah seorang yang terlahir sebagai pemimpin dan biasanya orang yang pertama mengidentifikasi masalah-masalah yang harus diatasi. Jika ditunjukkan kepada mereka bahwa pemecahan masalah yang sedang dilakukannya tidak akan berhasil karana sesuatu alasan yang sahih, dengan cepat meraka akan mengidentifikasi suatu pendekatan pemecahan masalah alternatifnya.

PENCARI STATUS
Wirausahawan mendapatkan kepuasan dalam Iambang-lambang keberhasilan yang berada di luar diri mereka. Mereka menyukai bila bisnis yang mereka bangun dipuji, tetapi sering merasa malu oleh pujian yang diarahkan kepada diri mereka sendiri. Anda akan sering menyaksikan wirausahawan yang sangat sukses mengendarai mobil tua.

MEMPUNYAI ENERGI TINGGI
Para usahawan selain harus memiIiki kekuatan dan kesehatan jasmani. Mereka dapat bekerja dalam kurun waktu yang panjang ketika membangun bisnisnya. Mereka memiliki cadangan energi yang luar biasa, berusaha untuk tidak sakit saat sedang menjalankan usaha dan membangun bisnisnya.

MEMILIKI RASA PERCAYA DIRI
Para wirausahawan adalah individu yang sangat percaya diri yang meyakini keterampilan dan kemampuan nya sendiri. Mereka memiliki keyakinan bahwa tindakan-tindakan nya dapat mengubah keadaan sekelilingnya dan meyakini bahwa mereka menguasai hidup mereka sendiri. Mereka menoleh keyakinan bahwa peristiwa·peristiwa luar dapat mempengaruhi keberhasilan mereka secara menentukan dan mereka ,
merupakan pengejar prestasi.

Demikian karakter wirausahawan sukses yang digambadcan oleh E Rye. Semoga dapat menginspirasi para wirausahawan Indonesia untuk mencapai sukses dalam mengelola usahanya.

Keuntungan dan Tantangan Berwirausaha

bisnis
 

Tiap orang tertarik untuk berwirausaha dikerenakan berbagai keuntungan, banyak sekali keuntungan yang akan didapat jika seseorang berani untuk berwirausaha yang paling terlihat keuntungannya dalam berwirausaha dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar :
1. Laba,
2. Kebebasan, dan
3. Kepuasan dalam menjalani hidup.

A. Keuntungan Berupa Laba
Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan keuntungan yang pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. Dengan demikian keuntungan berupa laba merupakan motifasi yang kuat bagi wirausaha tertentu.
Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai perusahaan. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau membagikan laba tersebut, tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang pantas.

B. Keuntungan Berupa Kebebasan

Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya merupakan keuntungan lain wirausaha. Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja. Akan tetapi wirausaha menghargai kebebasan dalam karir kewirausahaan, seperti mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri, memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri.
C. Keuntungan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup
Wirausaha sering menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil.

D.Tantangan Berwirausaha

Meskipun keuntungan dalam berwirasuaha menggiurkan, tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras, menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha, tidak ada jaminan kesuksesan. Wirausaha harus menerima berbagai resiko berhubungan dengan kegagalan bisnis. Tantangan berupa kerja keras, tekanan emosional, dan risiko meminta tingkat komitmen dan pengorbanan jika kita mengharapkan mendapatkan keuntungan.

 

8 Kiat Menjadi Usahawan Yang Sukses

 
1. Kenali Impian Anda
Semua kemudahan dari fasilitas yang kita gunakan saat ini dulunya hanyalah sebuah impian dari orang-orang yang telah menemukan dan menciptakannya. Orang-orang ini mengenali mimpi mereka dan percaya bahwa mimpi-mimpi ini bisa diwujudkan.
“Orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide tersebut berhasil”. Demikian sebuah ungkapan. Dan orang-orang yang sekarang wujud impiannya sedang kita gunakan, telah rela dianggap aneh dan bahkan dianggap gila.
Karena barangkali bagi mereka, hidup mengejar impian dan menjadi orang seperti yang mereka sendiri inginkan, jauh lebih mulia dan bahagia daripada menjadi orang dan menjalani kehidupan seperti yang orang lain harapkan dan tentukan
2. Ambil Langkah Pertama
Banyak impian hanyalah tinggal impian jika tidak ada tindakan yang diambil untuk membuat impian tersebut terwujud.
Langkah pertama yang paling tepat untuk memulai adalah dengan mengumpulkan informasi yang cukup untuk membuka jalan ke arah impian kita. Namun di era informasi saat ini, sangat mudah untuk terjebak dalam informasi yang salah. Bahkan tidak jarang tersesat dalam belantara informasi.
Terlebih sebagai manuasia kita mudah sekali tergoda pada hal-hal yang kelihatannya serba mudah dan instan.
Karena itu motto kami adalah “Internet Bagaikan Hutan Belantara Yang Tanpa Batas Jadi Pastikan Anda Menginvestasikan Waktu Dan Energi Anda Hanya Pada Yang Memberikan Nilai Kembalian Yang Paling Tinggi Untuk Anda”.
3. Bersedia Belajar
Saat ini banyak sekali orang yang menjadi penganggur berpindidikan. Kenapa? Karena pendidikan saja tidak cukup. Selain berpendidikan kita juga harus memiliki ketrampilan. Telah sangat banyak contoh di dunia ini dimana orang justru menjadi sukses bukan karena pendidikannya tapi karena ketrampilannya.
Karena itu jangan sungkan untuk belajar ketrampilan-ketrampilan baru yang akan semakin mendekatkan anda dengan impian anda. Mungkin tidak akan ada tepuk tangan, pakaian toga atau sertifikat ketika anda telah menguasai ketrampilan bisnis anda. Tapi semua orang tahu, dalam bisnis indikator sukses bukan nilai akademis, tapi nilai saldo.
Namun demikian, jangan jadikan uang sebagai tujuan utama. Karena ketika kita semakin layak untuk menjadi sukses, uang akan mengikuti dengan sendirinya.
4. Ciptakan Sebuah Sistem
Agar mudah mengevaluasi perkembangan bisnis anda. Ciptakan sebuah sistem. Standard Operating Procedure (SOP). Prosedur mengoperasikan televisi paling sederhana misalnya; sambungkan TV ke sumber listrik, tekan tombol power. Jika televisi tidak menyala berarti kemungkinan masalah hanya dua, kalau bukan pada sumber listriknya yang kosong berarti power TV tersebut yang rusak.
Hampir semua intansi dan korporasi besar memiliki SOP untuk mengatur bisnis mereka. SOPlah yang membuat KFC, McDonald, Pizza Hut, Coca-Cola, Pepsi cita rasanya tetap sama di belahan dunia manapun dia dijual.
Di eCerdas, WFD System adalah SOP yang dibuat agar jerih payah yang telah dilakukan untuk megembangkan jaringan tidak perlu lagi dilakukan berulang-ulang.
5. Kembangkan Jaringan
Bisnis tanpa jaringan hanya menjadi bisnis lokal. Dan tidak ada bisnis yang sukses besar tanpa membangun jaringan. Ada orang yang sukses karena jaringan bisnis restorannya, jaringan bisnis real estatenya, jaringan bisnis baksonya dan lain-lain.
Ketika bisnis online hadir, membangun jaringan menjadi lebih mudah. Tidak perlu tanah, gedung dan karyawan. Mengawasinyapun menjadi lebih mudah, tidak perlu pergi-pergi ke luar kota, tidak perlu menstok barang, dijalankan tanpa terikat waktu dan tempat.
Saat ini, siapa yang paling luas dan berkualitas jaringan yang dimilikinya, maka akan semakin sukses dia. Membangun jaringan yang tidak sekedar luas tapi juga berkualiatas adalah salah satu ketrampilan yang paling dibanggakan dan diandalkan oleh entreprenuer manapun.
6. Pengorbanan
Investasi adalah bahasa lain dari pengorbanan. Dimana saat berinvestasi kita rela berkorban untuk tidak membelajakan uang yang kita miliki saat ini demi harapan akan perkembangan hasilnya di masa depan. Demikian juga dalam investasi waktu dan energi.
Tapi sayangnya, sangat jarang orang yang rela berkorban, orang yang bersedia menunda kesenangannya saat ini demi kesenangan yang jauh lebih besar di hari esok hanya karena terbayang-bayang akan resikonya.
Padahal jika pengorbanan itu memang dibutuhkan dalam meraih impiannya, maka kita akan menjalankannya dengan suka cita. Halangan apapun adalah tantangan untuk menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih berpengalaman dan tentunya untuk menjadi lebih sukses…
7. Konsisten
Ada saat dalam menjalankan bisnis seakan-akan mendadak menjadi buntu. Cahaya gairah yang tadinya terang-benderang tiba-tiba meredup. Baik karena suatu alasan atau bahkan tidak diketahui alasannya kenapa.
Banyak calon-calon bintang berguguran pada fase ini, ketika komitmen mereka diuji, ketika daya tahan fisik dan mentalnya diuji, mereka kalah. Sehingga mereka tidak layak melihat impian mereka menjadi nyata. Yang paling menyedihkan kebanyakan mundur justru ketika impian telah tinggal sejangkauan lagi. “Saat paling gelap di malam hari adalah saat menjelang fajar”, demikian sebuah ungkapan bijak.
Jika langkah anda mulai tersandung, ingatlah kembali impian anda. Bayangkan bagaimana kesengsaraan yang akan anda alami jika impian anda tidak tercapai.
8. Impian Menjadi Nyata
Kini semua perjuangan yang dilakukan untuk meraih impian telah tercapai. Jika ada tetes air mata dan luka di masa lalu, kini menjadi kenangan dan kisah yang manis dan menjadi motivator bagi generasi bintang berikutnya.
Betapa bahagianya menjadi orang seperti yang kita inginkan. Betapa bahagianya dapat menjalani kehidupan sesusai dengan pilihan sendiri. Betapa bahagianya mengetahui bahwa kebahagiaan ini buah dari perjuangan sendiri. Dan yang paling membahagiakan adalah sekarang kita dapat membagi kebahagiaan ini kepada keluarga, orang-orang yang kita cintai, sahabat dan lingkungan kita…
Dan sekarang kita juga sadar bahwa ketika kita bermimpi meraih bintang, dan kita benar-benar telah berjuang untuk mewujudkannya, walau mungkin nanti bintang itu tidak teraih, tapi kita tidak akan sekedar mendapatkan lumpur.

Proposal Rencana Usaha Jamur Tiram

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan sebab manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh sebab itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu budidaya jamur tiram sebab banyak orang yang membutuhkannya. Indonesia termasuk salah satu negara yang dikenal sebagai gudang jamur terkemuka di dunia. Jamur-jamur yang telah dibudidayakan dan telah populer atau memasyarakat sebagai makanan dan sayuran serta banyak diperdagangkan di pasar adalah jamur merang (Volvariella volvacea), Jamur champignon (Agaricus bitorquis) Jamur kayu seperti Jamur kuping (Auricularia, Sp.) Jamur Shiitake/payung (Lentinus edodes) dan Jamur tiram (Pleurotus ostreatus).
Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya.
Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin Sebagai contoh di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya saat ini banyak rumah makan menyajikan makanan yang berasal dari jamur tiram yang terus meningkat setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan ini banyak tempat makan tidak dapat memenuhi pesanan.
Dalam rangka memanfaatkan peluang ini, kami mencoba mengembangkan usaha budidaya Jamur tiram.
B. Identifikasi Masalah
Saat ini kebutuhan konsumsi jamur tiram semakin hari semakin meningkat, namun produsen atau pemasok kurang dan banyak permintaan dari dalam dan luar daerah. Maka dari itu agar kita bisa sukses dalam berwira usaha kita harus melaksanakan konsep-konsep dasar berusaha dan memiliki sikap wirausahawan yang baik serta sabar dan ulet dalam berwirausaha.
Adapun faktor-faktor yang dapat mendukung maupun menghambat usaha ini adalah :
1. Faktor Pendukung
• Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan.
• Memberikan pendapatan/keuntungan yang cukup besar.
• Permintaan jamu tiram selalu meningkat setiap bulan.
• Pemeliharaan tidak begitu sulit.
• Tidak memerlukan modal yang cukup banyak.
• Tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.
• Peluang pasar yang besar untuk pemasaran.
• Tidak memerlukan waktu yang begitu lama untuk setiap kali panen.
2. Faktor Penghambat
• Memerlukan keahlian dan keuletan pada saat awal budidaya jamur
• Memerlukan kerjasama tim yang kompak.
Prospek Usaha Budidaya Jamur Tiram di Bogor masih mempunyai peluang yang cukup besar, dilihat dari tingkat pemanfaatan potensi pemeliharaan serta kemungkinannya dikirim keluar daerah. Dapat dilihat dari nilai ekonomisnya, yaitu apabila diperoleh jamur tiram telah berjalan dengan baik, maka dalam proses pemeliharaannya akan lebih mudah, sehingga apabila jamur tiram sudah siap panen maka dapat dijual dengan harga yang tinggi dan akan berpengaruh dalam pendapatan usaha jamur tiram tersebut tersebut. Oleh sebab itu kualitas bibit jamur tiram sangat menentukan untuk mendapat tujuan yang diharapkan.
C. Batasan Masalah
Sebenarnya ada banyak peluang untuk mendirikan usaha namun kami memilih usaha budidaya jamur tiram sebab usaha ini selain memiliki peluang pasar yang besar, usaha ini juga tidak membutuhkan modal yang besar dan tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Usaha ini juga memiliki prospek yang yang cerah dengan resiko kegagalan yang relatif kecil. Sebab hal-hal inilah, kami sebagai pemula dalam dunia usaha berharap dapat menjalankan usaha ini dengan sukses.
D. Tujuan
Tujuan dari usaha pemeliharaan jamur tiram ini adalah:
1. Dapat melakukan usaha pemeliharaan jamur tiram dengan baik dan memberikan manfaat yang besar.
2. Dapat memasarkan jamur dengan baik.
3. Dapat menyerap pengangguran.
4. Dengan usaha ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi yang lainnya.
E. Potensi Daerah
Desa Tegalwaru memiliki luas Area 338.165 hektar dengan jumlah penduduk 6127 perempuan 6137. dengan batas-batas desa sebagai berikut :
utara : Desa bojong jengkol
timur : Desa bojong jengkol
selatan : Desa Cinangka
barat : Desa Bojongrangkas dan Desa Cicadas
Mayoritas mata pencaharian penduduk desa Tegalwaru adalah bertani
BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Analisis SWOT
Sebelum melaksanakan suatu usaha baru kita perlu mengetahui hal-hal/aspek-aspek yang berpengaruh terhadap usaha tersebut. Hal tersebut diantaranya adalah aspek kekuatan (strenght), kelemahan(weakness), kesempatan (opportunities), dan ancaman (threath). Dengan melakukan analisis terhadap hal-hal tersebut diharapkan usaha akan berjalan lancar dan sukses. Berikut adalah beberapa hal dari masing-masing aspek diatas:
a. Strenght
1) Budidaya Jamur Tiram tidak begitu sulit
2) Resiko merugi/kegagalan kecil dengan modal yang relatif kecil.
3) Usaha ini mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang Banyak.
b. Weakness
1) Jika terjadi kontaminasi maka bisa memperlambat proses produksi.
2) Jika terjadi perubahan suhu yang sangat ekstrem akan mengakibatkan penurunan kualitas produksi.
c. Opportunities
1) Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan
2) Permintaan pasar tiap tahunnya selalu meningkat.
3) Memberikan keuntungan yang cukup besar.
d. Threath
1) Kemungkinan ada penyakit tanaman.
2) Persaingan dalam pemasaran.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Sarana dan prasarana
Lokasi tempat usaha ini cukup strategis dan terdapat jalan yang tidak terlalu jauh dari jalan besar, yaitu berlokasi di Desa Tegalwaru Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor
B. Ketersediaan SDM
Ketersediaan SDM di daerah kami sangat banyak, oleh sebab itu kami akan merekrut SDM yang ada ,akan tetapi kami ambil hanya yang memiliki ketekukan dan keuletan saja sebagai perintis untuk pengembangan usaha selanjutnya.
C. Sistem Pelaksanaan Usaha
Setelah melakukan langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha, maka usaha dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran sebagai berikut:
1. Pengeluaran
a. Modal tetap, meliputi:
Pembuatan Kubung Pembiakan
• Bambu : Rp 3.500.000,-
• Kayu : Rp 4.000.000,-
• Bilik : Rp 3.000.000,-
• Hateup : Rp 2.500.000,-
• Sewa tempat per tahun : Rp 5.000.000,-
• Drum : Rp 2.000.000,-+
Jumlah : Rp 20.000.000,-
Bahan Pokok Jamur Tiram
• Plastik 4000 buah : Rp 2.000.000,-
• Serbuk Gergaji 500 kg : Rp 1.500.000,-
• Dedak 50 karung : Rp 2.000.000,-
• Kapur 10 karung : Rp 1.000.000,-+
Jumlah : Rp 6.500.000,-
2). Modal tidak tetap, meliputi:
Biaya Umum
• Gaji Pegawai
4 orang x Rp 400.000 : Rp 1.600.000,-
• Sewa Mobil : Rp 500.000,-
• Biaya Listrik : Rp 100.000,-
• Obat-obatan : Rp 300.000,-
• Kayu bakar : Rp 1.000.000,- +
Jumlah : Rp 3.500.000,-
Modal total : Rp 30.000.000,-
Total pengeluaran : Rp 3.500.000,-
Hasil yang diharapkan dalam satu kali periode panen usaha ini,
masa panen + 4 bulan dengan 10-12 kali panen
2. Pemasukan (dalam sekali panen)
a. Penjualan Baglog mentah
2000 buah x Rp.1.200,- = Rp 2.400.000,-
b. Baglog Miselium
500 buah x Rp 3.000,- = Rp.1.500.000,-
c. Jamur tiram hasil panen
Catatan = Harga 1kg Jamur tiram = Rp.7.500,-
Produksi 250 kg x Rp 7.500,- = Rp 1.875.000,-+
Rp 5.775.000,-
Jadi keuntungan rata – rata perbulan = pendapatan perbulan - pengeluaran perbulan = Rp 5.775.000 – Rp 3.500.000
= Rp 2.225.000
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
• Budidaya Jamur Tiram memberikan keuntungan yang lumayan besar
• Budidaya Jamur Tiram yang tidak memerlukan modal yang cukup besar.
• Pemeliharaan jamur tiram yang tidak begitu sulit untuk dilaksanakan.
• Budidaya Jamur Tiram tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.
• Wirausaha dibidang Budidaya Jamur Tiram memiliki prospek yang cerah dengan resiko yang kecil.